HABARAYA NEWS, GAYO LUES — Tanah longsor kembali mengganggu akses transportasi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Jumat malam (9/10/2026). Material tanah, bebatuan, dan kayu menutupi badan jalan di sejumlah titik sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat melintas.
Berdasarkan laporan lapangan yang diterima, longsor terjadi di kawasan Lukup Baru dan Dikala Pinang. Dokumentasi juga memperlihatkan material longsor menutupi ruas jalan lintas Takengon–Blangkejeren di kawasan Mangang, Kecamatan Rikit Gaib, serta kondisi jalan di Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena Gayo Lues masih menjalani proses pemulihan setelah dilanda banjir bandang dan longsor pada November 2025 yang mengakibatkan kerusakan besar terhadap permukiman dan infrastruktur.
Dampak bencana sebelumnya mencakup kerusakan ribuan rumah dan puluhan jembatan. Memasuki 2026, pemulihan infrastruktur dan akses transportasi masih menjadi bagian penting dari pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah bersama instansi terkait.
Longsor yang kembali memutus akses jalan tersebut menunjukkan pentingnya penanganan kawasan rawan bencana secara berkelanjutan. Selain membersihkan material yang menutup badan jalan, diperlukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur dan upaya mitigasi agar gangguan serupa dapat diminimalkan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera menangani titik-titik terdampak serta memastikan keselamatan masyarakat. Informasi mengenai kondisi jalan dan perkembangan penanganan juga perlu disampaikan secara terbuka agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan mereka.
Di tengah pemulihan yang masih berlangsung, masyarakat membutuhkan langkah nyata agar akses transportasi kembali normal dan infrastruktur yang telah diperbaiki dapat berfungsi dengan aman. Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga harus memperkuat kesiapan wilayah dalam menghadapi risiko bencana berikutnya.